Himpunan Mahasiswa Analisis Kebijakan Pendidikan (HIMA AKP) Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Pendidikan pada hari Minggu, 26 April 2009 mengadakan aksi damai memperingati 50 tahun (26 April 1959 - 26 April 2009) wafatnya Ki Hadjar Dewantara.

Aksi damai ini bertemakan “Dari AKP untuk Ki Hadjar” yang diikuti oleh mahasiswa AKP angkatan 2006. Angkatan 2007 dan angkatan 2008. Dengan M Abdulah (AKP’08) sebagai ketua pelaksana, Agil Kukuh (AKP’08) sebagi koordinator aksi dan Zaenal Irawan (Ketua HIMA AKP 2009) sebagai penangungjawabnya. Tak lupa pendamping setia mahasiswa AKP ibu Y. Ch. Nany Sutarini, M.Si., mendampinggi aksi damai ini.

Acara ini dimulai pukul 08.00 WIB. Pemberangkatan dimulai dari halaman rektorat UNY selanjutnya melakukan long march menuju Balai Kota dengan muara akhir di Taman Wiyata Brata (makam Ki Hadjar).

Perjalanan menuju Balai Kota dihiasi dengan pembagian pamflet dan menyayikan lagu-lagu khas mahasiswa. Sesampainya di Balai kota, sekawanan mahasiswa AKP melakukan treatikal pendidikan yang berjudul “antara Tutwurihandayani dan UN”. Selanjutnya, teman-teman mahasiswa AKP ziarah makam Ki Hadjar untuk menuntaskan semua agenda.

Setibanya di Taman Wiyata Brata, rombongan disambut oleh Ki Sutikno dan Ki Bambang Wibowo (juru kunci makam). Kemudian dilanjutkan dengan ziarah berupa do’a bersama dan tabur bunga. Disamping itu, nyayian lagu-lagu wajib nasional sebagai bentuk penghormata kepada Ki hadjar melengkapi ziarah kali ini.

Untuk penyempurna dan penutupan acara, Ki Sutikno dan Ki Bambang menyapikan beberapa pesan kepada mahasiawa terkait pemikiran dan konsep ajaran Ki Hadjar Dewantara. Dimana sesi terakhir ini dimanfaatkan oleh seluruh mahasiswa untuk menggali lebih dalam ajaran Ki Hajdr dengan melakukan diskusi.

            Adapun tujuan mahasiswa AKP melakukan aksi damai meperingatin 50 Tahun wafatnya Ki Hadjar adalah untuk melakukan refleksi terhadap semangat pendidikan nasional yang dirasa mulai luntur digerus derasnya arus globalisasi. Hal ini dikarenakan pendidikan Indonesia telah melupakan nilai-nilai yang diajarkan Ki Hadjar Dewantara sebagai peletak dasar pendidikan nasional. Sebagai contoh; ujiaan nasional (UN) yang dijadikan sebagai indikator kualitas pendidikan nasional di mata global telah membawa dampak negatif pada pendidikan terutaman dilihat dari segi pembelajarannya. Dimana sekolah akan lebih memfokuskan siswanya untuk mencapai standar kelulusan sehingga tak ada waktu lagi untuk meraka dapat mengembangkan potensi diri serta menanamkan nilai budi pekerti, rasa nasionalisme dan kearifan budaya. Padahal tutwuruhandayani bermakna memberi “Kebebasan” pada setiap individu untuk menegembangkan diri.

            Maka dari itu harapan besar mahsiswa AKP, adalah pendidikan Indonesia kembali mengunakan dan menerapkan ajaran Ki hadjar agar terwujudnya manusia Indonesia yang cerdas, mampu bersaing di dunia Internasional akan tetapi tetap unggul dalam budayan lokal. Satu kalimat dari kami mahasiswa AKP untuk Ki Hadjar dan Pendidikan Indonesia “Ragamu boleh menjadi tanah tapi Pemikiran dan Semangatmu akan selalu mengalir & membara dalam Pendidikan Indonesia”.

 
First Post! 03/08/2009
 

Kemajuan HIMA Analisis Kebijanan Pendidikan ada ditangan Kalian Sumua. Oleh kerenanya berikan masaukan, berupa Kritik atau Saran yang Membangun bagi semua elemen HIMA Analislis Kebijakan Pendidikan.
Sebelumnya Terima Kasih.

klik comments di atas.

HIMA AKP  "Berjuang Sepenuh Hati"